Seorang Pasien Ibu Hamil Mengalami Ke Guguran, Di Karnakan Kelalayan Petugas RS Pagelaran

Jejak-kriminal.com.Cianjur-Seorang pasien ibu hamil bumil berinisial Ny. X warga Kampung. Rahayu RT.006/001. Desa. Sukajadi. Kecamatan Cibinong. Kabupaten Cianjur, terpaksa harus mengalami keguguran kandungan ditempat pendaftaran di RSUD Pagelaran, Selasa 27/02.2024.

“Padahal ia bersama suaminya, Nandan Suhendar (46), sengaja datang ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya. Sementara dokter dan bidan yang bertugas hari itu, seorangpun belum ada yang datang. Para pasien lainnya terus berdatangan untuk berobat sudah memenuhi ruang tunggu.

“Menurut keterangan suami korban, Ny. X awalnya ingin memeriksakan kandungan secara rutin. Namun entah apa penyebabnya, istri korban merasakan rasa sakit melilit-lilit di dalam perutnya, seperti ibu-ibu yang akan melahirkan.

Melihat istrinya merasakan kesakitan di dalam perutnya, Nandan terlihat panik harus berbuat apa. Sementara di RSUD Pagelaran belum ada seorangpun petugas medis, baik dokter maupun bidan belum ada yang datang. Akhirnya istri korban dibantu oleh warga pasien lainnya untuk di tidurkan di blankar.

“Namun rasa sakit di perut korban semakin menjadi-jadi. Akhirnya hal-hal tidak diinginkanpun terjadi. Bumil tersebut mengalami keguguran tanpa mendapatkan penanganan medis maupun pertolongan dari dokter jaga atau bidan saat itu.

Sekira pukul 11.30 WIB, dokter atau petugas yang biasa menangani bumil, baru muncul, dengan alasan baru selesai melakukan tindakan di luar rumah sakit. Padahal kejadian itu kerap terjadi setiap hari yang dilakukan dokter maupun petugas jaga hari itu, mereka sering datang siang hari.

“Nandang Suhendar kepada awak media menyampaikan kekecewaan terhadap kinerja para petugas dan dokter RSUD Pagelaran. Mereka datang masuk kerja seenak udelnya saja. Jam 11.30 WIB baru pada darang.

”Saya sangat kecewa oleh sikap dan prilaku dokter dan petugas rumah sakit yang tidak mengindahkan jadwal jam kerja. Dan tidak patuh terhadap peraturan pemerintah. Akibat prilaku petugas, istri harus keguguran di rumah sakit tanpa mendapatkan pertolongan dan penanganan medis dari pihak rumah sakit,” kata Nandan Suhendar.

Sementara salah seorang keluarga pasien, Deden Tiro menyampaikan kekesalan dan kekecewaannya atas prilaku tidak terpuji yang diperlihatkan para dokter, perawat dan bidan yang bertugas di RSUD Pagelaran.

”Mereka seenaknya saja datang ke rumah sakit tanpa merasa bersalah. Padahal jadwal jam kerja para Aparatur Sipil Negara ASN termasuk dokter dan perawat telah termaktub dalam ( perbup ) peraturan bupati Cianjur,” katanya.

“Deden berharap pihak terkait yang ada di pusat Kabupaten Cianjur, Bupati Cianjur, Inspektorat Daerah ( Irda ) Kabupaten Cianjur untuk segera melakukan tindakan hukum kepada oknum-oknum ASN yang kerap melanggar jam kerja. Setiap hari dokter dan perawat di RSUD Pagelaran selalu datang setelah siang hari atau sekira pukul 11.30 WIB,” terangnya.

Masyarakat yang selalu betobat ke RSUD Pagelaran, sangat menyayangkan atas sikap dan prilaku petugas rumah sakit yang seenaknya saja melanggar aturan pemerintah tanpa merasa bersalah atau minta maaf, terutama kepada keluarga bumil yang keguguran.

“Sementara dokter dan perawat yang bertugas pada hari itu belum bisa di konfirmasi dan selalu berkelit untuk diwawancara. Mereka menolak dikonfirmasi dengan alasan sibuk.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *