Jejak-kriminal.com // SUMENEP, Jumat 27 Februari 2026 – Puskesmas Peragaan yang berada di bawah naungan Lembaga Informasi dan Pengembangan Sumberdaya Manusia telah melaksanakan kegiatan fogging sebagai bagian dari program pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen dalam menjaga kesejahteraan warga Peragaan, dengan manfaat utama dalam memberantas penyebaran nyamuk pembawa penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pelaksanaan fogging dilakukan pada tanggal 23 Februari 2026 (Senin), dengan dijalankan oleh tim khusus PJ. DBD. Tim pelaksana yang telah mendapatkan pelatihan menyeluruh terdiri dari dua orang petugas terampil, yaitu Saudara Ipunk dan Saudara Taufik. Keduanya memiliki kompetensi yang cukup untuk menjalankan tugas dengan tepat dan sesuai dengan standar prosedur kesehatan.
Tempat yang menjadi lokasi fokus pelaksanaan kegiatan ini adalah Pondok Tahfidz Putra Al-Amien Prenduan. Pemilihan lokasi ini berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa area tersebut diduga menjadi tempat bersarang dan berkembang biak bagi nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan fogging menyasar pada setiap titik potensial seperti tempat penampungan air yang tidak terkelola dengan baik, sudut-sudut ruangan yang gelap, serta area lainnya yang mendukung pertumbuhan populasi nyamuk.
Kepala Puskesmas Peragaan, Baharudin Mutheri, S.Kep., Ns., MH menyampaikan bahwa tujuan utama dari agenda fogging ini adalah untuk melindungi seluruh masyarakat dari ancaman wabah DBD. “Kegiatan fogging ini merupakan bagian dari upaya preventif yang kami lakukan agar masyarakat dapat hidup dengan aman dan terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu produktivitas serta kesehatan mereka. Kami berharap melalui langkah ini, kasus DBD di wilayah Peragaan dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.
Selain kegiatan fogging, Puskesmas Peragaan juga mengajak seluruh masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan pencegahan DBD melalui penerapan 3M Plus (Menguras, Menutup, Membuang barang bekas yang bisa menampung air, serta Menambahkan larvasida atau ikan pemakan jentik). Kolaborasi antara pihak kesehatan dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari sarang nyamuk Aedes aegypti.
Lipsus Jatim
