
Ciamis, 14 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis resmi menyalurkan bantuan infak kebencanaan bagi 83 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana alam sepanjang tahun 2026. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya di Aula PKK Kabupaten Ciamis, Rabu (13/05/2026), dengan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, perwakilan BAZNAS, serta para penerima manfaat dari empat kecamatan terdampak.
Bantuan ini bersumber dari dana infak yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Ciamis, yang dikumpulkan dari kontribusi masyarakat dan pihak-pihak yang peduli terhadap kesejahteraan warga Ciamis. Bantuan diperuntukkan khusus bagi warga yang terdampak bencana longsor, banjir, dan angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Purwadadi, Kecamatan Cisaga, Kecamatan Tambaksari, dan Kecamatan Cihaurbeuti dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat Sunarya mengawali dengan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima bantuan. Ia mengakui bahwa seharusnya ia dan jajaran pemerintah daerah dapat datang langsung ke lokasi terdampak untuk menyerahkan bantuan secara langsung, namun karena padatnya agenda pemerintahan yang tidak dapat ditunda, para penerima bantuan diminta hadir ke Aula PKK Ciamis.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh warga yang terkena musibah, baik longsor, banjir maupun angin puting beliung yang telah merusak harta benda bapak dan ibu semua. Kami sangat mengerti betapa beratnya beban yang kalian rasakan saat ini,” ujar Bupati Herdiat dengan nada penuh empati.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh korban diberikan ketabahan, keselamatan, serta kekuatan untuk segera pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. “Kami berdoa semoga musibah ini segera berlalu dan warga dapat kembali hidup dengan tenang dan sejahtera,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Herdiat juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Ciamis yang dinilai terus hadir dan berperan aktif dalam membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya saat terjadi bencana alam. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat menjadi salah satu kunci penting dalam menangani masalah sosial dan kebencanaan di wilayah Ciamis.
Namun, Bupati Herdiat juga jujur menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan saat ini belum maksimal karena kondisi fiskal daerah yang masih sangat terbatas. Ia menjelaskan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Ciamis masih tergolong kecil, dan anggaran daerah tahun ini masih mengalami defisit akibat berbagai faktor ekonomi yang mempengaruhi daerah.
“Meski kondisi fiskal sedang berat, pemerintah tetap berkomitmen tegas untuk tidak akan menaikkan pajak maupun retribusi kepada masyarakat. Kami akan terus berupaya mencari sumber pendapatan lain yang tidak memberatkan warga untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penanganan kebencanaan di masa depan,” tegasnya.
Selain itu, Bupati Herdiat juga mengaku bangga terhadap kepedulian masyarakat Ciamis yang dinilainya memiliki semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang tinggi. Ia menyebutkan bahwa ketika terjadi bencana maupun kegiatan kemanusiaan lainnya, warga Ciamis selalu saling membantu dan mendukung satu sama lain, yang menjadi ciri khas positif budaya masyarakat Ciamis.
“Kami tahu persis musibah seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaiki rumah dan harta benda yang rusak. Bantuan dari pemerintah daerah melalui BAZNAS memang belum maksimal dan masih seadanya, tetapi mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban dan bermanfaat bagi masyarakat dalam memulai pemulihan,” katanya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, dalam laporannya menjelaskan bahwa penerima manfaat bantuan infak kebencanaan tahun 2026 sebanyak 83 KK yang tersebar di empat kecamatan tersebut telah dipilih melalui proses verifikasi dan validasi yang ketat oleh tim BAZNAS bersama dengan pihak kecamatan dan desa setempat. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar terdampak.
Total dana bantuan yang disalurkan pada tahun 2026 mencapai Rp145.500.000 dengan rincian sebagai berikut: sebanyak 53 KK dengan kondisi rumah rusak ringan masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1.000.000, kemudian 23 KK dengan kategori rusak sedang menerima bantuan masing-masing Rp2.500.000, sementara 7 KK yang mengalami kerusakan berat memperoleh bantuan masing-masing sebesar Rp5.000.000.
“Kami berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya untuk memperbaiki rumah dan memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak bagi warga terdampak. BAZNAS juga akan terus berupaya mengumpulkan dana infak dan zakat lebih banyak lagi agar dapat memberikan bantuan yang lebih besar di masa depan,” ujar H. Lili Miftah.

Acara penyerahan bantuan juga diisi dengan sesi doa bersama untuk keselamatan dan pemulihan warga terdampak, serta dialog singkat antara Bupati Herdiat dengan para penerima bantuan untuk mendengar langsung aspirasi dan keluhan mereka. Para penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah daerah dan BAZNAS atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Melalui bantuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama BAZNAS berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Ciamis. Sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjaga untuk menghadapi berbagai tantangan dan musibah yang mungkin terjadi di masa depan.(Iyus.R)