Garut,Jejak-kriminal.com – Seorang pria berinisial F mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh tunangannya sendiri, berinisial N. Cikole Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, Akibat kejadian tersebut, F mengaku mengalami kerugian hingga Rp15 juta, yang merupakan hasil kerja kerasnya selama merantau.
Menurut keterangan F, awalnya hubungan keduanya telah sampai pada tahap pertunangan. Setelah itu, F merantau untuk bekerja dan secara rutin menyisihkan sebagian penghasilannya untuk dititipkan kepada N.
“Saya setiap minggu memberi sekitar Rp250 ribu untuk ditabung. Awalnya saya percaya karena setiap ditanya, dia selalu bilang uangnya masih ada,” ujar F.
Namun, menjelang kepulangannya satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, F berencana menggunakan uang tersebut untuk membeli sepeda motor. Ia terkejut ketika mengetahui bahwa uang yang telah dikumpulkan selama ini ternyata sudah habis.
“Pas mau pulang, saya mau pakai uang itu, ternyata sudah tidak ada. Padahal sebelumnya selalu bilang masih ada,” ungkapnya.
F mengaku sangat terpukul, mengingat uang tersebut merupakan hasil jerih payahnya selama bekerja di perantauan, sekaligus untuk persiapan pernikahan, termasuk seserahan dan kebutuhan lainnya.
Lebih lanjut, F menyebut telah beberapa kali mendatangi rumah N yang berada di wilayah Cikole, dekat area masjid alun-alun, dengan alamat asal di Cipari. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak ada itikad baik dari pihak N.
“Saya sudah beberapa kali ke rumahnya, tapi selalu tidak ada kejelasan. Janji terus, tapi tidak pernah ditepati,” katanya.
Bahkan, F mengaku sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat mendatangi kediaman keluarga N, hingga akhirnya hubungan keduanya berakhir dan rencana pernikahan dibatalkan.
Selain dugaan penipuan, kasus ini juga diwarnai persoalan lain. F menyebut bahwa N sempat mengirimkan foto dan video yang tidak pantas kepada dirinya. Hal tersebut, menurut F, terjadi karena adanya keraguan dalam hubungan mereka.
Dalam kekecewaannya, F kemudian memutuskan untuk memviralkan kasus ini di media sosial dengan harapan pihak N menunjukkan itikad baik dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak N terkait tudingan yang disampaikan oleh F. Kasus ini pun menjadi perhatian warga sekitar.