Jejakkriminal.com // CIAMIS – Kemeriahan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 yang ditandai dengan penyelenggaraan Galuh Ethnic Ciamis Carnival di kawasan Pendopo Ciamis, Kamis (11/6/2026), sempat ternoda oleh aksi pencurian yang menimpa salah seorang pengunjung.
Di tengah antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi untuk menyaksikan pertunjukan seni dan budaya, seorang pengunjung bernama Ega Nuryani, S.Hum, warga Kecamatan Cijeungjing, menjadi korban pencurian. Satu unit telepon genggam merek Tecno 20C miliknya dilaporkan hilang saat acara berlangsung.
Korban menuturkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat menyimpan ponsel tersebut ke dalam tas ketika berdesak-desakan mencari posisi yang lebih baik untuk menyaksikan pertunjukan. Namun saat hendak mengabadikan momen karnaval, ponsel yang disimpan di dalam tas sudah tidak berada di tempatnya.
“Saya benar-benar tidak menyadari ada yang bergerak di dekat saya karena suasananya sangat ramai dan meriah. Saat ingin memotret momen tersebut, saya membuka tas dan ternyata ponsel sudah tidak ada. Saya sempat mencari ke sekitar lokasi, tetapi tidak menemukan orang yang mencurigakan,” ungkap Ega dengan nada kecewa.
Peristiwa tersebut menjadi catatan kurang menyenangkan di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis menampilkan wajah daerah yang indah, berbudaya, dan ramah melalui kegiatan budaya berskala besar tersebut.
Galuh Ethnic Ciamis Carnival sendiri digelar sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus kebanggaan masyarakat terhadap warisan Kerajaan Galuh. Acara ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mengundang pengunjung dari berbagai wilayah, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Ciamis.
Namun, tingginya jumlah pengunjung yang memadati area kegiatan diduga menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. Meski petugas keamanan dan Satpol PP terlihat berjaga di sejumlah titik, kondisi keramaian membuat pengawasan secara menyeluruh menjadi tantangan tersendiri.
Suami korban, Ade Munandar, yang akrab disapa Ade Sapujagat, mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Menurutnya, aksi pencurian yang terjadi di tengah kegiatan bersejarah sangat disayangkan dan menjadi peringatan bagi seluruh pengunjung untuk lebih waspada terhadap barang bawaannya.
“Kehilangan satu unit HP ini menjadi pengingat bahwa di balik kemeriahan perayaan dan keindahan pertunjukan budaya, ancaman kejahatan tetap mengintai. Kami berharap ke depan penyelenggaraan acara besar seperti ini tidak hanya memprioritaskan kemegahan panggung dan atraksi, tetapi juga memperkuat aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung agar tidak ada lagi warga yang mengalami kerugian akibat ulah tangan-tangan jahil,” tegas Ade.
Hingga berita ini diturunkan, korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, rangkaian kegiatan Galuh Ethnic Ciamis Carnival tetap berlangsung dengan lancar hingga selesai dengan pengamanan yang diperketat.
(Red)