Jejak-kriminal.com-Deli Serdang Sumut Hari ini genap satu tahun sejak Hafifudin Hamid mengalami proses hukum yang oleh berbagai pihak dinilai sebagai bentuk kriminalisasi oleh Polresta Deli Serdang. Peristiwa ini bukan untuk dirayakan, melainkan menjadi catatan kelam dalam perjalanan penegakan keadilan di daerah tersebut.
Selama satu tahun terakhir, kasus yang menimpa Hafifudin Hamid masih menyisakan banyak tanda tanya. Proses hukum yang dinilai janggal, dugaan laporan yang dipaksakan, serta rangkaian penanganan perkara yang dianggap tidak transparan, terus menjadi sorotan publik.
Tak hanya berdampak secara hukum, kasus ini juga meninggalkan luka sosial dan psikologis bagi Hafifudin Hamid beserta keluarganya. Stigma, tekanan mental, dan ketidakpastian hukum menjadi beban yang hingga kini belum sepenuhnya terpulihkan.
Kasus Hafifudin Hamid menjadi pengingat penting bahwa hukum seharusnya hadir sebagai alat perlindungan bagi masyarakat, bukan sebaliknya menjadi sarana penindasan. Prinsip keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Memasuki satu tahun kasus ini berjalan, publik masih menanti jawaban tegas, apakah kebenaran akan terus dikubur oleh kepentingan, atau akhirnya berdiri tegak seiring ditegakkannya keadilan yang sesungguhnya. (ES/rls)
