
Jejak-kriminal.com || Labura Sumut – Bala tak dapat ditolak, untung tak dapat di raih. Sebuah pepatah kuno yang menggambarkan garis kehidupan manusia yang sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta karena manusia hanya bisa berencana namun Allah SWT yang menentukan.
Kata perpisahan memang sebuah hal yang menyakitkan dan tidak dikehendaki seluruh mahluk hidup yang ada di dunia ini, tetapi bila Allah menghendaki, tiada satu manusiapun yang mampu menghalanginya.
Hal ini terjadi kepada seorang anak yang bernama Yusuf Marpaung berpangkat Kopral Kepala yang saat ini sedang bertugas di Kongo yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB Perwakilan Indonesia, tidak dapat menghantarkan jasad ayahnya alm. Zulkarnain Marpaung ke peristirahatannya yang terakhir karena sedang menjalankan tugas negara.
Kepada awak media, Senin (26/01/2026) salah satu keluarga menyampaikan kesedihannya karena salah satu anggota keluarganya tidak dapat berkumpul dalam suasana duka ini.
“Saya selaku abang kandung dari adik saya Kopral Kepala Yusuf Marpaung, atas nama keluarga besar merasa sangat sedih karena adik saya tidak ada ditengah-tengah kami untuk menghantarkan ayah kami ke peristirahatannya yang terakhir,” ucap Dani.

Tambahnya, walau kami sedih namun kami sekeluarga memaklumi karena adik saya sedang berada di negara Kongo menjalankan tugas mulia menjaga perdamaian. Meski tidak hadir, adik kami sudah mengikhlaskan kepergian orang tua kami tersebut, ungkap Dani lirih.
Pantauan awak media di rumah duka, tampak para pelayat berasal dari ASN Pemkab, Kecamatan maupun Kelurahan juga para tenaga medis maupun masyarakat sekitar namun tidak satupun tampak perwakilan dari Koramil setempat.
Dilihat dari kehadiran para pelayat, ini mencerminkan sosok alm. Zulkarnain Marpaung merupakan orang yang bergaul karena yang bersangkutan juga merupakan tokoh agama di Labura dan almarhum Zulkarnain Marpaung diberangkatkan dari rumah duka sekira pukul 11.00 WIB untuk di sholatkan di masjid terdekat.
Pewarta : Budi Hartono / Kaperwil Sumut.
.