Banjar, 04 Februari 2026 – Memasuki musim hujan yang disertai cuaca ekstrem, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Banjar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kelistrikan, khususnya yang disebabkan oleh pohon tumbang dan gangguan hewan.
Manager PLN ULP Banjar, Fajar Maulana Fahrizal, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama gangguan listrik saat musim hujan adalah pohon yang berada terlalu dekat dengan jaringan listrik.
“Antisipasi utama yang kami lakukan adalah pengamanan pohon-pohon di radius 3 meter dari jaringan listrik. Meskipun sudah diupayakan aman, masih terdapat pohon yang berada di radius tersebut, sehingga saat hujan deras dan angin kencang, berpotensi mengenai jaringan dan menyebabkan padam sementara,” ujarnya.
Setelah pengamanan di radius terdekat, PLN juga melakukan langkah lanjutan dengan mengantisipasi pohon-pohon yang berada di jarak lebih jauh dari jaringan, yakni sekitar 20 meter, namun berpotensi tumbang.
“Kami fokus pada pohon-pohon seperti bambu, jenjen, dan kelapa yang diprediksi dapat tumbang dan menimpa jaringan. Untuk itu, kami secara simultan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pemilik pohon agar petugas PLN mendapat izin melakukan perapihan,” tambahnya.
Fajar menegaskan bahwa seluruh kegiatan perapihan pohon yang dilakukan PLN tidak dipungut biaya. Menurutnya, kerja sama masyarakat sangat penting demi menjaga keselamatan bersama dan keandalan pasokan listrik.
“Dengan diberikan izin, masyarakat menjadi lebih aman, jaringan listrik lebih andal, dan potensi pemadaman berkepanjangan akibat kerusakan jaringan bisa dihindari,” jelasnya.
Selain faktor pohon, gangguan juga dapat disebabkan oleh hewan, seperti ular dan muka. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN telah melakukan berbagai upaya teknis.
“Di antaranya pemasangan ijuk di tiang-tiang yang berpotensi dilalui hewan, rehabilitasi jaringan SUTM terbuka menjadi konduktor berisolasi, serta pemasangan berbagai cover pengaman pada gardu distribusi, seperti cover fuse, cover arrester, dan cover lainnya,” terang Fajar.
PLN ULP Banjar juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan gangguan atau potensi bahaya kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh di Google Play Store maupun App Store.
“Kami sangat menyarankan laporan melalui PLN Mobile karena langsung tercatat dan terpantau oleh petugas serta manajemen PLN, sehingga penanganannya menjadi prioritas,” katanya.
Namun demikian, bagi masyarakat yang belum dapat mengakses aplikasi tersebut, laporan tetap dapat disampaikan melalui WhatsApp Group Sahabat PLN Banjar, dan akan tetap ditindaklanjuti oleh petugas.
“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Dengan kolaborasi yang baik, gangguan listrik akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan,” pungkasnya. ( R,jk )
