Polsek Ciamis Fasilitasi Mediasi Dua Sekolah, Wujud Peran Kepolisian dalam Meredam Konflik Pelajar dan Menjaga Harmoni Pendidikan

Ciamis – Polsek Ciamis melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Maleber memfasilitasi proses mediasi antara pihak SMKN 2 Ciamis dan SMAN 3 Ciamis terkait dugaan pelemparan batu yang dilakukan seorang siswa SMKN 2 terhadap siswi SMAN 3. Kegiatan mediasi ini berlangsung di wilayah Kelurahan Maleber pada Jumat pagi (28/11/2025).

Mediasi dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Maleber, Briptu Muhamad Agni Ihtada, S.H., setelah sebelumnya melakukan pengecekan langsung ke kedua sekolah dan mengonfirmasi kebenaran insiden yang telah ramai diberitakan media online. Korban, Alifa Nafisa Salma, membenarkan bahwa pelemparan batu terjadi di Jalan Karang Gedang pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB saat ia hendak pulang setelah menonton pertandingan bola basket di GGT Ciamis.

Dalam proses pertemuan, pihak SMKN 2 Ciamis menyampaikan permohonan maaf langsung kepada pihak SMAN 3 Ciamis dan kepada korban. Pihak SMAN 3 beserta korban menerima permohonan maaf tersebut dengan penuh kesadaran bahwa kejadian ini harus dijadikan pelajaran bagi kedua belah pihak untuk mencegah insiden serupa ke depan. Pihak SMKN 2 juga menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab, melakukan pembinaan ekstra, meningkatkan pengawasan siswa, serta menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan SMAN 3 demi mencegah potensi konflik di masa mendatang.

Sebaliknya, pihak SMAN 3 mengemukakan harapan agar pelaku segera ditemukan dan dibina sehingga kejadian tersebut dapat diselesaikan secara menyeluruh. Pihak sekolah juga menekankan pentingnya evaluasi internal bagi kedua sekolah, sekaligus menegaskan dukungan penuh mereka terhadap peran kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan di Kelurahan Maleber.

Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa langkah cepat Polsek Ciamis dalam memediasi dua sekolah merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya di lingkungan pendidikan. Ia menilai bahwa penyelesaian konflik melalui jalur dialog tidak hanya meredam keresahan masyarakat, tetapi juga mencegah potensi berkembangnya aksi balas dendam atau gesekan antar pelajar. Kepolisian, melalui fungsi Bhabinkamtibmas, terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk mendorong penyelesaian masalah secara humanis dan solutif.

Masyarakat Kelurahan Maleber memberikan apresiasi terhadap langkah Polsek Ciamis yang bergerak cepat sebelum isu berkembang lebih luas. Mereka menilai kehadiran kepolisian di tengah penyelesaian konflik pelajar memberi dampak positif, menumbuhkan rasa aman, dan menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemeliharaan keamanan di lingkungan pendidikan. Warga juga berharap agar sekolah-sekolah dapat semakin memperketat pengawasan dan menjalin komunikasi lebih baik untuk mencegah peristiwa yang meresahkan orang tua maupun masyarakat.

Selama proses mediasi dan klarifikasi berlangsung, situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Polsek Ciamis menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat merupakan kunci penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang harmonis, aman, dan bebas dari konflik. Melalui kegiatan ini, Polres Ciamis kembali menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara persuasif dan kerja sama semua pihak guna menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Harkamtibmas, Ciamis, Polda Jabar