Jejak-kriminal.com // Wilayah Sumenep – Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Adam (RSUDMA) Sumenep yang berstatus sebagai rumah sakit tipe B, sangat membutuhkan kehadiran dokter spesialis bedah anak dalam upaya peningkatan kinerja dan penyediaan pelayanan kesehatan maksimal bagi masyarakat wilayah Sumenep. Saat ini, rumah sakit tersebut masih menghadapi kekurangan tenaga ahli di bidang tersebut.
Kondisi ini dikonfirmasikan secara resmi kepada media pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026 sekitar pukul 15.35 WIB. Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyanti, M.Kes, menyampaikan bahwa selama ini setiap kali ada pasien yang membutuhkan penanganan terkait bedah anak, pihak rumah sakit tidak memiliki pilihan lain selain merujuk pasien ke rumah sakit lain karena keterbatasan sumber daya manusia.
“Kami Sangat membutuhkan spesialis bedah anak di RSUDMA Sumenep. Karenanya, untuk pasien yang memerlukan penanganan bedah anak,kami harus merujuk ke fasilitas kesehatan lain yang memiliki tenaga ahli sesuai kebutuhan,” ujar dr. Erliyanti saat diwawancarai.
Kebutuhan akan dokter spesialis bedah anak semakin mendesak mengingat permintaan pelayanan kesehatan anak di Sumenep terus meningkat. Tanpa adanya tenaga ahli ini, pelayanan kesehatan anak di RSUDMA belum dapat memenuhi standar yang diharapkan untuk rumah sakit tipe B, serta dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien dan keluarga yang harus melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Sudah seyogyanya kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Kabupaten Sumenep. Perlunya langkah konkrit dan segera untuk mencari solusi, baik melalui rekrutmen tenaga ahli baru, kolaborasi dengan institusi pendidikan kedokteran, maupun program pembinaan tenaga medis lokal. Harapannya, kelak pasien tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit lain dan pelayanan bedah anak dapat tersedia secara langsung di RSUDMA Sumenep.
(Lipsus Wilayah Sumenep)
