JEJAK KRIMINAL CIAMIS- Peringatan Hari Jadi ke-43 Desa Pusakanagara berlangsung penuh semangat dan kebersamaan, dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman. Acara yang digelar oleh pemerintah desa bersama masyarakat ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan adat, budaya, hingga keagamaan yang kental akan nilai sejarah dan kearifan lokal.Rabu(19/05/2026)
Dalam sambutannya, Andang Firman mengungkapkan rasa syukur dapat berkumpul bersama warga dalam momen istimewa tersebut. Menurutnya, peringatan hari jadi desa bukan sekadar seremonial belaka, melainkan waktu yang tepat untuk meninjau kembali perkembangan dan kemajuan yang telah diraih, sekaligus mengevaluasi langkah pembangunan ke depan.
“Kegiatan ini adalah bentuk penghormatan tulus kepada para tokoh masyarakat dan karuhun yang telah meletakkan dasar serta membangun Desa Pusakanagara hingga bisa tumbuh dan berkembang seperti saat ini,” ujar Andang Firman di hadapan warga yang memadati lokasi acara.
Ia juga mengajak seluruh warga untuk senantiasa menjaga semangat gotong royong dan meneruskan perjuangan para pendahulu. Menurutnya, kebersamaan dan persatuan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan desa yang maju, sejahtera, dan harmonis. Tak lupa, ia juga mengajak masyarakat untuk senantiasa mendoakan para sesepuh dan tokoh yang telah mendahului, sebagai wujud pelestarian nilai budaya dan sejarah desa.
Sementara itu, Kepala Desa Pusakanagara, Asep Rismayadi, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan disusun secara sederhana namun sarat makna dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Acara dimulai sejak pagi hari dengan apel bersama dan tradisi nyekar karuhun lembur sebagai penghormatan kepada leluhur.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tradisi nadran, doa bersama, serta berbagai perlombaan bernuansa Islami seperti lomba hadroh dan musik Islami yang diikuti oleh perwakilan antar RW. Tidak hanya itu, panitia juga menghadirkan festival seni budaya yang melibatkan langsung warga dan sanggar seni lokal untuk menampilkan kekayaan budaya desa.
“Kami ingin setiap warga terlibat dan merasakan kebanggaan akan identitas budaya kita. Berbagai kesenian khas daerah pun kami tampilkan untuk menghidupkan kembali warisan leluhur,” kata Asep Rismayadi.
Memasuki malam hari, suasana semakin meriah dengan penampilan seni tradisional dari Sanggar Seni Gentra Pusaka serta kelompok seni masyarakat setempat. Kesenian khas seperti helaran dan calung tampil memukau dan mendapatkan sambutan hangat serta antusias dari warga yang hadir.
Sebagai penutup rangkaian peringatan, dijadwalkan akan digelar pengajian umum tingkat kecamatan yang akan diisi oleh ulama kenamaan, KH Miftah Fauzi, untuk memberikan tausiyah dan pesan-pesan kebaikan bagi seluruh masyarakat.
Asep Rismayadi menambahkan, seluruh pelaksanaan kegiatan ini didukung melalui Dana Desa, partisipasi aktif masyarakat, serta dukungan dari berbagai pihak terkait. Ia berharap peringatan hari jadi ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi sejarah yang berharga bagi generasi muda.
“Harapan kami, ke depannya masyarakat semakin kompak, semangat gotong royong terus meningkat, dan kolaborasi antara warga dan pemerintah desa tetap terjalin erat demi kemajuan dan kesejahteraan bersama Desa Pusakanagara,” pungkasnya. .(Iyus,R)