Warga Brohol Gelar Aksi Damai Tuntut Pembebasan Lahan Pemakaman, Direksi PT EMHA Dinilai Arogan

Batu Bara — Sumatera Utara-Jejak-Kriminal.Com- Polemik pembebasan lahan perkebunan PT EMHA untuk kebutuhan tanah pekuburan umat Muslim dan Nasrani kembali memanas setelah warga Brohol menggelar aksi damai pada Senin, 8 Desember 2025. Aksi tersebut menjadi puncak kekecewaan masyarakat setelah permohonan pembebasan lahan yang diajukan sejak awal 2018 tak kunjung mendapat respons positif dari pihak perusahaan.

Upaya dialog telah berulang kali dilakukan masyarakat, termasuk melalui mediasi langsung oleh Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, pada awal masa pemerintahannya. Namun, seluruh pertemuan tidak membuahkan hasil.

Puncak ketegangan terjadi pada 10 November 2025 ketika sejumlah perwakilan masyarakat Brohol, bersama pengurus STM dari kedua agama serta Kepala Desa dan Sekretaris Desa, mendatangi langsung Direksi PT EMHA, Indiarto. Alih-alih mendapatkan jawaban, rombongan justru mengaku mendapat perlakuan tidak pantas, bahkan diusir dan disebut sebagai “preman” oleh pimpinan perusahaan tersebut.

Kekecewaan itu mendorong warga melakukan aksi damai di areal perkebunan PT EMHA. Dalam aksi tersebut, pihak perusahaan akhirnya meminta waktu hingga 15 Desember 2025 sebagai batas akhir untuk memberikan jawaban resmi terkait permohonan pembebasan lahan pemakaman.

Setelah dari lokasi perkebunan, massa aksi melanjutkan penyampaian aspirasi ke Kantor Bupati Batu Bara. Bupati Baharuddin menyatakan dukungan penuh atas perjuangan masyarakat dan berjanji akan hadir langsung dalam pertemuan yang dijadwalkan pada 15 Desember mendatang.

Warga Brohol berharap komitmen tersebut menjadi solusi atas kebuntuan yang telah berlangsung delapan tahun, sekaligus memastikan terpenuhinya kebutuhan lahan pemakaman bagi umat Muslim dan Nasrani di wilayah tersebut.

(TIM)