JATIM, SUMENEP, 29 Maret 2026 – Peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana kembali menjadi sorotan. Dengan tuntutan pengabdian yang tinggi, para anggota Tagana dituntut untuk selalu siap siaga selama 24 jam dalam menghadapi berbagai jenis bencana, baik skala besar, sedang, maupun kecil.
Selain bertugas dalam penanganan darurat, Tagana juga memiliki peran penting dalam mitigasi serta pendataan bencana. Tak hanya itu, kehadiran Tagana di tengah masyarakat juga berfungsi sebagai kontrol sosial yang aktif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana.
Kinerja Tagana di Kabupaten Sumenep pun patut diapresiasi. Di bawah koordinasi Kepala Seksi (Kasi) Tagana, Andi Homaidi, berbagai penanganan bencana dilakukan dengan cepat dan tanggap. Sosok yang akrab disapa Homaidi tersebut dikenal selalu hadir di garis depan saat terjadi bencana.
Salah satu contoh nyata adalah saat penanganan korban angin puting beliung yang melanda Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Dalam peristiwa tersebut, Andi Homaidi bersama tim Tagana terjun langsung ke lokasi dan bertahan selama 14 hari untuk membantu proses evakuasi, pendataan, serta pemulihan kondisi masyarakat terdampak.
“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama, yang berkaitan dengan nilai kemanusiaan dan keselamatan jiwa manusia. Dibutuhkan kesabaran serta kesiapsiagaan dalam setiap situasi,” ungkapnya.
Dedikasi dan komitmen yang ditunjukkan Tagana menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana tidak hanya membutuhkan kecepatan, tetapi juga keikhlasan dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama.
lipsus Jatim