Celah Pengawasan Internal dan Risiko Penyalahgunaan Wewenang: Keterlibatan Anggota BAIS dalam Kasus Penyiraman Air Keras Disorot

Ditulis oleh Gibran - Jejak Kriminal News | 20 Maret 2026 - 00:24 WIB |
Celah Pengawasan Internal dan Risiko Penyalahgunaan Wewenang: Keterlibatan Anggota BAIS dalam Kasus Penyiraman Air Keras Disorot
Daftar Isi

    “Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS yang melibatkan BAIS TNI ini menjadi perhatian publik luas.”

    Dalam satu kejadian, dampaknya tidak hanya menimpa korban, tetapi juga mengguncang kepercayaan publik terhadap sistem yang seharusnya memberikan perlindungan.

    Penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, berkembang ke arah yang lebih serius setelah Pusat Polisi Militer TNI mengamankan empat anggota Badan Intelijen Strategis. Dugaan keterlibatan aparat dalam peristiwa ini menempatkan kasus tersebut sebagai isu yang menyentuh struktur internal institusi.

    Dalam beberapa laporan investigasi sebelumnya, pola penyalahgunaan kewenangan dalam struktur tertutup kerap dikaitkan dengan lemahnya sistem pengawasan internal.

    Dalam analisis yang disampaikan oleh Soleman B Ponto, persoalan utama terletak pada pemahaman garis tanggung jawab dalam sistem intelijen militer. Ia menilai penyebutan asal matra justru berpotensi mengaburkan struktur komando yang sebenarnya.

    Dalam sistem operasional intelijen, setiap personel yang telah ditempatkan di satuan tertentu tidak lagi membawa tanggung jawab dari matra asal. Hal ini membuka celah ketika mekanisme kontrol internal tidak berjalan optimal.

    Kasus dengan pola serupa juga pernah disorot dalam jaringan pemberitaan Jejak , yang menunjukkan adanya pola berulang dalam tekanan terhadap pihak tertentu.

    Dampak dari peristiwa ini tidak hanya bersifat individual, tetapi juga menyentuh kepercayaan publik terhadap institusi. Jika tidak ditangani secara transparan, risiko jangka panjang dapat muncul dalam bentuk menurunnya legitimasi.

    Selain itu, penyampaian informasi ke publik juga menjadi faktor penting. Kesalahan framing dapat memicu persepsi yang tidak akurat dan memperluas dampak reputasi.

    Perkembangan kasus ini masih berlangsung. Namun situasi ini menunjukkan satu hal penting, bahwa tanpa sistem pengawasan yang kuat, celah dalam struktur akan selalu berpotensi dimanfaatkan.