Sumut-batubara-jejak-kriminal.news.com-Belakangan ini, kritik terhadap kinerja Polres Batu Bara semakin meningkat setelah terbit nya dipemberitaan disalah satu media online-cetak jurnal polisi kontroversial mengenai lambannya tanggapan terhadap kasus dugaan penipuan dan penggelapan. (15/April/2024)

Kasus ini melibatkan klien Nur Malina dan Nuria, yang mengalami kerugian materi signifikan akibat janji palsu untuk menjadikan anak-anak mereka Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Advokat klien, Lukman Manurung, SH., mengecam lambannya respons dari pihak kepolisian setempat.

Meski laporan sudah diajukan sejak November 2022, upaya koordinasi dengan penyidik dan komunikasi melalui telepon serta pesan WhatsApp tidak membuahkan hasil.

Bahkan, kunjungan ke Polres Batu Bara tidak menemukan penyidik yang bersangkutan.

Ketidakresponsifan pihak kepolisian terhadap laporan tersebut menimbulkan kekecewaan dan ketidakpuasan yang mendalam dari pihak klien dan masyarakat umum.

Kasus ini menjadi sorotan publik yang mempertanyakan kemampuan Kapolres Batu Bara dalam menangani kasus serupa di wilayahnya.

Sementara itu, Zul Marpaung, wartawan online-cetak di jurnal polisi, mengungkapkan bahwa pihak humas Polres Batu Bara telah berjanji untuk menindaklanjuti kasus tersebut setelah adanya pemberitaan yang diterbitkan.

Namun, masyarakat tetap menantikan klarifikasi yang jelas dari Kapolres Batu Bara, AKBP Taufiq Hidayat, terkait lambannya penanganan kasus ini dan harapan akan adanya langkah konkret dalam menyelesaikan masalah tersebut. (red)