jejakkriminal.com, Ciamis Jabar – Pesawahan di Kelurahan Cigembor, Kabupaten Ciamis, kini menjadi percontohan pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk organik yang digagas Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama kelompok tani setempat.
Program tersebut mendapat perhatian serius karena dinilai mampu menciptakan sistem pertanian sehat, berkelanjutan, serta ramah terhadap lingkungan.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong para petani agar mulai mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan beralih menggunakan pupuk organik.
Selain untuk menjaga kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik juga diyakini mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian serta menjaga ekosistem lingkungan sekitar area persawahan.
Program pertanian ramah lingkungan di Cigembor melibatkan kelompok tani yang aktif melakukan berbagai tahapan budidaya dengan metode organik. Mulai dari pengolahan tanah, pemupukan hingga perawatan tanaman dilakukan secara bertahap dengan pendampingan intensif dari tenaga ahli dan konsultan pertanian.
Salah satu sosok yang turut mendampingi program tersebut yakni konsultan pertanian, Alik Sutaryat. Ia secara rutin memberikan arahan dan edukasi kepada para petani mengenai tata cara penggunaan pupuk organik yang tepat agar hasil pertanian tetap maksimal.
Menurut Alik Sutaryat, pertanian organik merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian di masa depan. Ia menyebut, kondisi tanah yang terus menerus diberikan pupuk kimia dapat mengalami penurunan kualitas dan berdampak terhadap produktivitas hasil panen.
“Pertanian ramah lingkungan ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi bagaimana kita menjaga tanah tetap subur dan sehat untuk generasi mendatang. Dengan penggunaan pupuk organik, unsur hara tanah bisa lebih terjaga dan lingkungan pun menjadi lebih baik,” ujar Alik
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Ciamis yang serius mendorong pertanian organik melalui kerja sama dengan kelompok tani di Kelurahan Cigembor.
“Alhamdulillah para petani di Cigembor sangat antusias mengikuti program ini. Mereka mulai memahami manfaat pertanian organik, baik dari sisi kesehatan tanah maupun kualitas hasil pertanian,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan Alik, pihaknya melihat bahwa apa yang dilakukan oleh para petani
yang bekerjasama dengan Dinas Pertenan serta Pemerintah Kabupaten Ciamis
Ini yang digagas pihaknya 2 tahun yang lalu.
“Yang pertama bahwa kita mengolah kompos menjadi bioreaktor, kedua membangkitkan kembali keragaman yang ada di dalam tanah dan yang ketiga adalah intensifikasi proses,” paparnya.
Ia juga menegaskan, dalam hal ini teman-teman para petani ketika diberikan sebuah proses pembelajaran. Mereka mau melakukan hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah yang sebelumnya.
“Sebelumnya kami selalu dan selamanya menggunakan pemukimia dan sekarang sudah beralih serta diketahui, dipahami dan ternyata mereka mengerti tentang apa yang mereka lakukan, Prosesnya adalah sampai ke pengelolaan ekosistem, bahkan sekarang sedang implementasi dalam melakukan penerapan ekosistem,” pungkasnya.
Sementara itu, para petani mengaku mulai merasakan manfaat penggunaan pupuk organik, terutama dalam menjaga kondisi tanah agar lebih gembur dan tidak mudah rusak.
Mereka berharap program pendampingan tersebut terus berjalan sehingga pertanian ramah lingkungan di Ciamis semakin berkembang dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. (Hendi Pentil)