Ciamis – Kepolisian Resor Ciamis melalui Polsek Cijeungjing terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Hal ini terlihat dari kegiatan monitoring sektor pertanian jagung yang dilaksanakan di Dusun Cikawung, RT 07/RW 18, Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada Kamis (28/08/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bhabinkamtibmas Desa Bojongmengger, Bripka Ari Yanuar, bersama pengelola lahan, Ibu Elin Herlinan, serta sejumlah anggota Kelompok Tani Saluyu 2 yang diketuai oleh Sdr. Zam Zam. Monitoring dilakukan di atas lahan pertanian jagung seluas 1 hektare yang merupakan tanah bengkok desa dan dikelola secara mandiri oleh kelompok tani.
Dalam pelaksanaan monitoring, Bhabinkamtibmas mencatat sejumlah data terkait kondisi pertanian jagung tersebut. Usia tanam jagung saat ini baru mencapai 45 hari, dengan menggunakan bibit Hybrida Pioner P40 yang berasal dari bantuan Dinas Pertanian. Pupuk yang digunakan adalah jenis Poska dan Urea dari subsidi pemerintah dengan modal sendiri. Proses pemeliharaan dilakukan secara sederhana menggunakan alat pertanian manual seperti cangkul dan tugal.
Meski masih menggunakan sarana terbatas, para petani tetap optimis akan hasil panen. Jagung nantinya akan diserap oleh tengkulak dengan harga Rp5.000/kg. Hasil panen disimpan sementara di sekretariat kelompok sebelum didistribusikan. Kelompok Tani Saluyu 2 sendiri memiliki anggota sebanyak 10 orang yang secara aktif terlibat dalam proses pengelolaan lahan.
Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Cijeungjing AKP Jajang Sahidin, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan monitoring pertanian merupakan salah satu bentuk nyata sinergi Polri dengan masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir dalam konteks menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat untuk mandiri melalui sektor pertanian. Monitoring yang dilakukan Bhabinkamtibmas adalah wujud dukungan kami terhadap program ketahanan pangan pemerintah, khususnya di Kabupaten Ciamis,” ujar AKP Jajang Sahidin.
Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah. “Jika pangan masyarakat terpenuhi dengan baik, maka potensi kerawanan sosial juga dapat ditekan. Inilah sebabnya kami ikut memastikan agar kelompok tani mendapatkan perhatian, pendampingan, serta merasa aman dalam bekerja,” jelasnya.
Kegiatan monitoring ini mendapat apresiasi positif dari para petani dan masyarakat Desa Bojongmengger. Ketua Kelompok Tani Saluyu 2, Zam Zam, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pihak kepolisian yang ikut mendukung kegiatan pertanian di desanya.
“Bagi kami, kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus mengelola lahan dengan baik. Dukungan ini membuat kami lebih percaya diri dalam mengembangkan pertanian jagung, meskipun dengan keterbatasan sarana. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut,” ungkap Zam Zam.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi berjalan aman, lancar, dan kondusif. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat membuktikan bahwa Polri tidak hanya berperan dalam penegakan hukum, tetapi juga aktif dalam mendukung pembangunan desa melalui sektor pertanian.
Dengan adanya monitoring ini, diharapkan kelompok tani semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi jagung, sekaligus membantu memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis.
Harkamtibmas, Ciamis, Polda Jabar