BEKASI , Jejak-kriminal.com -Proyek rehabilitasi total SDN 06 Cibarusah yang dilaksanakan oleh PT Satama Artha Konstruksi menjadi sorotan berbagai pihak.

Proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2024 dengan nilai fantastis Rp 2.198.220.000.000 ini dinilai dikerjakan asal-asalan dan menimbulkan banyak kritik dari masyarakat setempat.

Baud, Ketua Hormat Laskar Merah Putih (LMP) Kecamatan Cibarusah, menyatakan kekhawatirannya terhadap kualitas pengerjaan proyek ini.

Ia merasa bahwa ada indikasi upaya untuk meraup keuntungan lebih besar dengan mengorbankan mutu hasil pekerjaan.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi proyek yang tampaknya tidak memperhatikan standar kualitas.

Ini sangat merugikan masyarakat dan terutama para siswa yang akan menggunakan fasilitas ini,” ujar Baud.

Senada dengan Baud, Engkar, Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Gibas dan warga Kampung Gandaria, juga merasa gerah dengan kondisi pengerjaan proyek yang dinilai asal-asalan . Sabtu (08/06/2024)

Ia berharap dinas terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaksana proyek yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengharapkan adanya pengawasan yang lebih ketat dan transparansi dalam pelaksanaan proyek ini.

Jangan sampai dana yang begitu besar hanya menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata tanpa memikirkan kualitas,” ungkap Engkar.

Proyek Rehab Total SDN 06 Cibarusah Dinilai Asal-Asalan: Diduga Ingin Meraup Untung Lebih.

Kritik dan keluhan dari berbagai pihak ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan dinas terkait agar segera melakukan evaluasi dan memastikan proyek rehabilitasi ini berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Masyarakat berharap bahwa anggaran besar yang telah dialokasikan dapat digunakan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SDN 06 Cibarusah , bukan malah menjadi proyek yang asal jadi.

Pelaksanaan Inisial (F) Dari PT Satama Artha Seolah tidak peduli dengan Sorotan publik yang sedang Ramai diperbincangkan Seolah acuh dengan keadaan proyek yang menurut Semua element sangat miris.

Kasiyanto