Sumut-polres batubara-Jejak-Kriminal.news.com-Kasus pelecehan seksual anak yang melibatkan Bripka Dian Novita Sari sebagai Kanit PPA Polres Batubara telah menciptakan kehebohan di masyarakat. (11/April/2024)

Laporan tersebut, yang berasal dari seorang ibu terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anaknya yang masih di bawah umur, telah menjadi sorotan utama.

Dilengkapi dengan nomor laporan STTLP/B/245/VIII/2023/Polres Batubara-Polda Sumatra Utara, kasus ini tidak hanya menyoroti pelecehan seksual, tetapi juga mencuatkan dugaan penyalahgunaan wewenang dan praktik pungutan liar yang dilakukan oleh Bripka Dian Novita Sari.

Konfirmasi dari pihak media SorotPerkara mengungkapkan adanya transaksi uang antara SR, Rahmat, dan Bripka Dian Novita Sari.

SR mengungkapkan bahwa dia diminta oleh Bripka Dian Novita Sari untuk mencarikan uang sebesar 2 juta rupiah, sementara Rahmat, seorang wartawan, juga terlibat dalam pengiriman uang sebesar 1 juta 500 ribu rupiah kepada Bripka Dian Novita Sari.

Tim Media SorotPerkara menyerukan kepada Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Agung Agung untuk mengambil tindakan tegas dalam mengusut kasus ini.

Dugaan penyalahgunaan oleh seorang Kanit PPA, yang seharusnya menjadi pelindung anak dan masyarakat, harus ditindaklanjuti dengan serius.

Masyarakat berharap agar kepastian hukum dan keadilan ditegakkan dalam penanganan kasus ini serta memberikan sanksi yang sesuai kepada pihak yang terlibat jika terbukti bersalah.

Kehadiran Kapolda dalam memastikan penegakan hukum yang adil dan transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Kasus ini bukan hanya tentang mengungkap kebenaran, tetapi juga tentang memperbaiki sistem dan mencegah terulangnya praktik yang merugikan masyarakat di masa mendatang.

Terkait upaya konfirmasi kepada Bripka Dian Novita Sari, yang kabur saat dihampiri tim media SorotPerkara, dan kegagalan mendapatkan tanggapan dari kasi humas polres batubara Iptu AH Sagala, menunjukkan kompleksitas dan tantangan dalam mengungkap kebenaran kasus ini. (red)